TAMAN WAYANG TERBAN

Kelurahan Terban merupakan satu dari dua Kelurahan Budaya di Kota Yogyakarta, selain Kelurahan Kricak. Untuk menguatkan status sebagai Kelurahan Budaya ini dan sekaligus untuk terus mengembangkan potensi budaya masyarakat, Kelurahan Terban akan mendirikan Taman Wayang pada 2022 mendatang.

Taman Wayang yang akan didirikan di Kampung Terban ini juga akan mengenalkan tokoh-tokoh wayang serta cerita pewayangan kepada masyarakat. Selain itu Taman Wayang ini juga sebagai dukungan terhadap Kelurahan Budaya.

Karena di bangun pada masa pandemi Covid-19, Taman Wayang juga akan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, sehingga akan disediakan fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, sabun dan termo gun. Diharapkan Taman Wayang ini bisa semakin mengembangkan potensi seni-budaya masyarakat Terban.

Dalam Taman Wayang ini juga akan dimasukkan sejumlah komponen diantaranya gunungan art sebagai pintu masuk, 3D art wall painting tema wayang, 3D art floor painting tema wayang, papan penunjuk arah Jawa, spot wall quote untuk foto, dinding edukasi dengan tema nama-nama lakon wayang, tempat duduk tema wayang.

Kemudian dilengkapi pula sejumlah komponen taman pada umumnya seperti tempat duduk besi, pedestrian walk in park, vegetasi tanaman hias, rumput gajah mini, area edukasi tanaman obat, area bermain anak, area kuliner dan tiang lampu penerangan bertema Jawa.

Selain itu, Taman Wayang juga diharapkan mampu mengembangkan potensi kuliner dan kerajinan dari masyarakat sekitar, karena di situ juga disediakan area kuliner. Nantinya pada saat event juga akan menampilkan produk UMKM (usaha mikro kecil menengah) dari warga masyarakat Terban.

Pembangunan Taman Wayang dan sejumlah pembangunan lainnya akan dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kelurahan Terban dengan tema Percepatan Peningkatan Ekonomi Masyarakat dengan Fokus Wisata Berbasis Budaya.

Berbagai Kegiatan Budaya

Untuk diketahui, warga masyarakat Kelurahan Terban memiliki cukup banyak potensi seni-budaya beserta sejumlah kegiatan rutin. Warga masyarakat sering mengadakan beberapa event budaya seperti Saparan, Rajaban, Suran. Kegiatan budaya tersebut rutin digelar oleh warga Terban dan menjadi simbol gotong-royong dan kerja sama antar warga.

Sebelum pandemi Covid-19, warga masyarakat tiap tahunnya rutin melakukan merti Kampung dan Gelar Budaya Rejeban. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi tradisi yang bisa mendidik generasi muda saat ini dan masa mendatang. Pasalnya di tengah arus globalisasi seperti saat ini, banyak perubahan budaya yang dialami masyarakat.

Selain itu kirab budaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerukunan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Terban, serta semakin menyatu dalam setiap denyut nadi kehidupan, saling menghormati dalam kebersamaan dan perdamaian.

Asal mula tradisi Rajaban berasal dari istilah Rajab (bulan Rajab) yang di dalamnya ada peringatan Isra’ Mi’raj. Ini diperingati dengan ritual adat tradisi sesuai budaya Jawa yang mengutamakan gotong royong, guyub rukun melalui interaksi langsung dengan semua elemen masyarakat.

Selain Merti Rajaban, warga masyarakat Terban juga memiliki banyak kegiatan budaya lainnya. Seperti Jalan Satu Suro dan Merti Bumi yang digelar setiap dua tahun sekali. Warga juga terlibat dalam kegiatan Merti Code, kesadaran warga masyarakat ini perlu terus dipupuk. Nantinya seluruh event budaya tersebut akan memanfaatkan taman Wayang tersebut. ( disadur dari : JogjaDaily.com)